Tampilkan postingan dengan label community logging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label community logging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Kumis Ciwaluh ke Perancis lagi

Corat-coret berikut sekedar memberikan informasi bahwa daun kumis kucing kering (Orthosiphon stamineus) mempunyai nilai untuk dijual sebagai barang ekspor. Dan menyatakan bahwa program Telapak yang bertajuk community logging alias comlog dapat dikatakan sudah berjalan – bukan lagi sekedar wacana belaka. Ekspor ini membuktikan kemampuan bersaing dari model tani-hutan lestari di pasar global.

Berikut penuturannya.....
Sejak tiga tahun terakhir, Telapak telah melakukan serangkaian kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar hutan di Jawa Barat, khususnya di sekitar kaki Gunung Pangrango. Rangkaian kegiatan itu dilakukan dengan sebuah harapan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mewujudkan pengelolaan sumberdaya hutan lestari berbasis masyarakat. Salah satunya adalah kelompok tani yang nama koperasinya yang disesuaikan dengan nama kampung mereka yaitu Koperasi Ciwaluh.

Selain mengembangkan usaha penanaman Kumis Kucing, Telapak juga membantu upaya pemasaran produk herbal ini ke pasar dunia. Sebuah perusahaan di Perancis, L’ Herbier du Diois ternyata menaruh perhatian yang sangat besar pada pasokan produk Kumis Kucing dari Indonesia. Mereka berminat untuk memperoleh pasokan daun Kumis Kucing kering dari usaha kelompok petani-hutan yang didampingi oleh Telapak. Setelah melalui beberapa kontak awal dan pengiriman contoh barang, akhirnya kegiatan ekspor produk ini pun berhasil dilakukan.

Hari Rabu, tanggal 28 April 2010, PNU Jabar memberangkatkan satu kontainer berisi kumis kucing organik sebanyak 5 ton. Pengiriman ini merupakan kali ketiganya ke perusahaan L’Herbier di Perancis. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini stuffing (pemuatan barang) ke dalam kontainer dilakukan pagi buta sekitar jam 4 pagi. Pengurus Koperasi Ciwaluh sebagai penghasil kumis kucing organik turut membantu dalam proses tersebut.

Sebagai informasi, L’ Herbier du Diois adalah sebuah perusahaan pemasok bahan-bahan alami untuk industri di Perancis. Perusahaan ini memasok tumbuhan obat (medicinal plants), rempah-rempah, dan minyak tumbuhan yang dihasilkan secara organik. Termasuk kumis kucing telah dikenal luas di Indonesia sebagai obat tradional untuk penyakit kencing penyembuhan batuk encok, masuk angin, sembelit, radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis. Dalam perkembangan dunia farmasi, Kumis Kucing juga dipergunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern di seluruh dunia.

Memang kerja-kerja untuk pendampingan masyarakat belum selesai karena harapannya kegiatan ekspor ini dapat dilakukan sendiri oleh Koperasi Ciwaluh berikut komoditas lainnya yang potensial dan tentu yang dikelola secara lestari sehingga tercapai apa yang selama ini menjadi slogan yaitu mandiri secara ekonomi dan bermartabat secara budaya.

ditulis oleh Rina Agustine

Selengkapnya ...

Rabu, 03 Maret 2010

Anak kampung van Cipeuteuy

Entah sudah berapa kali saya bertukar pikiran dengannya. Entah sudah berapa bungkus rokok dan bergelas-gelas kopi kami habiskan. Semua hanya tentang sebuah wilayah di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. Wilayah pedesaan di tempat terpencil, di seputar Taman Nasional Halimun-Salak.

Seorang pemuda kampung bernama Kosar datang dengan berkarung-karung mimpi dan harapan untuk melakukan perubahan di Desa Cipeuteuy. Bersama teman-temannya ia membangun sebuah genk anak kampung bernama Absolute. Sebuah nama yang terkesan “keren” untuk sebuah kampung kecil di pinggiran hutan dataran rendah tropis Halimun. Kosar, yang juga dipanggil dengan sebutan “ipank” atau “mad koz” oleh kawan-kawannya ini mulai merangkak pelan membangun desanya. Dari sekedar penyelenggara event peringatan tujuh belas agustus di kampung, Absolute mengembangkan lebih jauh kegiatannya. Mereka mengupayakan usaha ekonomi dalam bentuk usaha pemandu wisata Halimun serta pengembangan pertanian bersama para petani setempat. Sebagai kumpulan anak muda kampung yang “gaul”, Absolute juga membangun sebuah radio sebagai sarana kirim-kirim lagu dan pesan. Di luar dugaan, radio Tatalepa yang mereka bangun kini telah menjadi radio kegemaran orang-orang kampung di sekitar Desa Cipeuteuy. Tak cukup dengan upaya ini, Absolute juga berperan penting dalam upaya “pendidikan politik” (istilah mereka) bagi orang kampung. Mereka telah mendorong terpilihnya teman mereka sendiri dalam pemerintahan desa. Absolute juga membantu masyarakat yang sedang berseteru dengan pihak taman nasional karena tuduhan illegal logging.

Saat Mubes/RAP Telapak 2006 di Bali, Kosar bergabung dengan bersama para penelapak. Sang anak kampung Cipeuteuy kini tak hanya menjadi agen Absolute, namun juga penelapak. Ia pun mendapat setumpuk mandat-mandat tambahan dari organisasi ini. Beberapa teman telapak lalu mulai berdatangan menemaninya di kampung. Sayangnya upaya “menemani” ini kadang tak mampu berjalan secara terus-menerus. Ada sejumlah keterbatasan energi dan waktu. Sementara Kosar sendiri pun harus berjuang secara personal untuk mengamankan kehidupan rumah tangganya. Kosar yang anak kampung sudah menjadi suami dan ayah bagi 2 orang anaknya. Saat itu nama Kosar pun mulai tidak lagi terdengar.




Akhir bulan Februari 2010 namanya kembali muncul. Telapak kembali menyambangi Kosar melalui Mubes/RAP Telapak 2010 di Kampung Citalahab Sentral, kawasan Halimun. Kosar pun dengan semangat 45 menunjukkan diri bahwa ia masih bagian dari organisasi ini. Ia menjadi “orang kunci” dalam kesuksesan penyelenggaran Mubes/RAP Telapak 2010 ini. Ia memastikan segala urusan logistik, perijinan, dan berbagai hal yang melancarkan penyelenggaraan event akbar dua tahunan ini. Tentu saja ia tidak sendiri di sana. Teman-temannya di Absolute dengan sukarela membantunya.

Setelah Mubes/RAP, saya berusaha mengingat kembali teman kita ini. Otak saya mulai memutar video virtual tentang pembicaraan bersama Kosar dan Absolute saat sore dan malam hari di Citalahab. Air deras yang dingin dan batu-batu Sungai Cikaniki menjadi penghias pembicaraan kami. Juga dingin malam dan kesunyian rumah panggung saat semua peserta Mubes/RAP sudah lelap. Dengan susah payah saya berusaha menangkap dan membayangkan kaitan-kaitan antara kegiatan mereka dengan mimpi besar Telapak. Sekali, dua kali ngobrol … tak ada satu pun yang bisa saya simpulkan. Untunglah di kali ketiga kami bertukar pikiran, gambaran itu mulai jelas. Gambaran menuju kedaulatan politik, kemartabatan budaya, dan kemandirian ekonomi di sana.

Salah satu yang lebih tampak jelas adalah inisiatif community logging. Entah kenapa, saya begitu yakin akan pilihan ini. Tapi Kosar dan Absolute memiliki potensi ini. Yang terbayangkan adalah upaya membangun hutan rakyat di sana. Hal ini dapat dimulai dengan mengorganisir para pekebun kayu sengon (Paraserianthes falcataria). Bagi orang setempat jenis pohon kayu ini lebih dikenal dengan sebutan jeungjing. Sementara di bawah tegakannya dapat dikembangkan penanaman berbagai jenis tumbuhan herbal, diantaranya kapol atau kapulaga (Amomum cardomomum). Ini semua bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat. Menurut penuturan Kosar dan teman-temannya, masyarakat di Desa Cipeuteuy telah terbiasa menanam jeungjing. Sementara beberapa teman Kosar di Absolute juga telah mencoba menanam kapol, bahkan juga telah menjual hasilnya.

Lalu apa lagi? Ternyata tak perlu berpikir keras mencari jawabnya. Usaha ekowisata yang telah dirintis tak perlu ditinggalkan. Hanya perlu sedikit sentuhan dalam pemasaran usaha ini. Demikian pula halnya dengan radio komunitas Tatalepa. Radio ini perlu segera kembali mengudara, setelah beberapa bulan belakangan rusak tersambar petir. Jika telah mengudara maka Tatalepa dapat berfungsi dalam upaya sosialisasi community logging dan pengembangan ekowisata.

Tapi … ahhh saya sendiri jadi khawatir. Saya khawatir tak mampu membantu sepenuhnya ide-ide ini terlaksana. Saya bukanlah Superman yang punya energi berlebih dan mampu menjadi penolong di setiap waktu. Saya kira keterbatasan ini hanya dapat dihilangkan jika teman-teman lain juga dapat membagi energinya bagi Kosar dan Absolute. Semoga ini bukanlah harapan kosong. Karena penelapak bukanlah Kosar dan saya seorang. Karena Cipeuteuy maupun Halimun berada di wilayah Badan Teritori Jawa Bagian Barat.

Foto pohon sengon diunduh dari laman ini, sementara foto kapulaga diunduh dari laman berikut.

Selengkapnya ...