Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Tapos Tampil di Expo Organik, “Hijau” dan Sehat


Poros Nusantara Utama Jawa Barat (PNU Jabar) kembali mengikuti pameran produk organik di Jakarta. Pameran kali ini berjudul Organic, Green and Healthy Expo. Pameran selama tiga hari (7-9 Oktober 2011) yang diselenggarakan di kawasan pertokoan Puri Indah ini bukan hanya tentang makanan tapi juga gaya hidup dan kepedulian terhadap lingkungan. Tak heran bila peserta pameran tak hanya dari produsen makanan organik, tapi juga penyedia produk-produk ramah lingkungan yang merupakan hasil produksi negeri sendiri.

PNU Jabar yang mewakili Telapak dalam memasarkan produk olahan masyarakat khususnya saat ini Kampung Tapos, tak mau kalah dengan peserta lain. Kami membawa semua produk seperti Selai Nanas, Teh Hijau, Teh Hitam, Keripik, dan Kopi Nusantara.

Cukup banyak pengunjung yang datang di pameran ini. Setiap pengunjung yang melewati stand kami, kami ajak untuk mengenal produk-produk olahan masyarakat. Pengunjung yang datang sebagian besar memang adalah konsumen produk organik dan sehat, jadi tidak susah untuk menawarkan produk yang memang baik untuk kesehatan dan alami seperti produk kita ini.



Di luar dugaan, dari semua produk yang ditawarkan, ternyata yang paling banyak diminati pengunjung adalah Keripik Belitung dan Selai Nanas. Kenapa? Itu ternyata karena Keripik Belitung merupakan hal yang tidak biasa bagi pengunjung, mereka penasaran dengan namanya. Awalnya mereka kira keripik itu berasal dari Pulau Belitung, tapi setelah mencicipi rasanya, banyak pengunjung yang menyukai keripik itu. Begitu juga dengan Selai Nanas, awalnya banyak yang mengira bahwa itu adalah madu ... mungkin karena warnanya yang kecoklatan seperti madu. Tapi setelah kami informasikan bahwa selai sehat tanpa pengawet dan bahan kimia tersebut buatan ibu-ibu Kampung Tapos, Gunung Salak, para pengunjung langsung menyukainya. 

Memang bukan hal yang mudah untuk menjajakan produk-produk olahan masyarakat lokal ini kepada konsumen, apalagi produk kita ini belum dikenal luas. Persaingan dengan produk lainnya yang lebih menarik,menjadi tantangan untuk terus maju. Kegiatan pameran seperti ini adalah jalan strategis untuk mencari jejaring pasar yang lebih luas. Semoga kedepannya lebih sering lagi ada pameran seperti ini, supaya kami punya lebih banyak kesempatan untuk mengenalkan produk olahan masyarakat dan kegiatan di Kampung Tapos dapat terus berkembang. Amiiin ...

Selengkapnya ...

Rabu, 05 Oktober 2011

Jual Kaos untuk Pilkades ...

Ketika genderang perjuangan ditabuh, maka segala daya upaya harus dikerahkan sebisanya. Tetesan peluh dan putar otak sudah pasti akan dialami. Bertahan untuk tetap konsisten dan tak mengenal kata ‘mundur’. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung ... kata semboyan perjuangan arek2 Surabaya saat melawan penjajah Belanda puluhan tahun silam.

Demikian juga yang dialami oleh salah seorang saudara kita yang hidup di tepi perbukitan berkabut Gunung Halimun. Saat ia menyatakan siap untuk membuat “perubahan menuju kelestarian dan kerakyatan” di kampungnya, maka sejak saat itu pula ia harus terus memutar roda perjuangannya. Dengan atau tanpa kekuatan fisik dan politik. Dengan atau tanpa bantuan dukungan dari kawan. Serta dengan atau tanpa dukungan pendanaan. Ia terus berupaya menggerakkan seluruh anggota badan dan panca inderanya untuk bekerja. Bekerja bermuara pada pemenuhan tujuan perubahan yang ia maksud. Jalan yang ditempuhnya adalah mencalonkan dirinya sendiri menjadi Kepala Desa Cipeuteuy. Sebuah desa kecil dan miskin di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.


Salah satu upaya saudara kita ini adalah penggalangan dukungan dana untuk membiayai kampanye-nya. Cara yang ia pilih adalah mencetak T-Shirt (kaos) edisi terbatas dengan desain menarik. Desainnya diilhami dari suasana keseharian warga Desa Cipeuteuy. Suasana keseharian sebagai petani. Kaos2 tersebut selanjutnya dijual kepada teman dan saudara2nya untuk menggalang dukungan dalam bentuk uang.

Rasanya tak perlu mencoba menganalisis apakah menjual kaos bisa menghasilkan dana puluhan juta rupiah yang dibutuhkan utk kepentingan kampanye pilkades. Semua orang juga pasti tahu jawabannya tidak mungkin. Kalau pilihannya adalah berjualan narkoba atau berjudi ... atau bisnis esek2 bisa jadi jawabannya mungkin. Tapi Kosar, saudara saya itu ternyata tak mau memilih pilihan kedua.


“Yaah daripada bikin dosa, daripada diem aja, usaha apapun deuh ... yang penting halal!” katanya dengan senyum mengembang (seperti biasa).

Dua hari lalu, ia datang ke Bogor sambil menyerahkan 50 lembar kaos edisi terbatas itu. Tak banyak yang ia katakan. Ia hanya berharap kaos edisi terbatas ini bisa terjual kepada teman maupun saudara2nya di seputaran Jabodetabek. Sejumlah kawan langsung membeli kaos bergambar seorang ibu tani dengan tulisan “ngored di serang urang”.

Semoga berkah upayamu ini saudaraku ... aku beli satu yaa, untuk menjadi kebanggaan bagiku yang pernah mengunjungi Desa Cipeuteuy.

Selengkapnya ...

Rabu, 01 Juni 2011

Srikandi Koperasi in action di Cipeuteuy

ditulis oleh Rina Agustine

Pendidikan Koperasi kali ini merupakan lanjutan dan sudah mulai membahas penyusunan Rancangan Anggaran Dasar Koperasi di Cipeuteuy. Dan yang lebih menarik lagi pendidikan kali ini difasilitasi oleh perempuan-perempuan Telapak, ada Rainny, Dion, Septi dan saya sendiri. Rita, Nur Azhizah, Sudiyah dan Andi ikut serta dalam pendidikan malam itu.

Pertama, kita memaparkan kembali persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pembentukan Koperasi sebagai bahan untuk memulai diskusi. Bahwa Koperasi yang akan dibentuk harus berkedudukan di Indonesia, harus memiliki anggota minimal 20 orang, harus memiliki AD dan ART, harus memiliki Badan Hukum, harus memiliki perangkat organisasi.

Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Rancangan Anggaran Dasar yang bersifat prinsipil seperti penentuan nama Koperasi dan cakupan wilayah kerja koperasi. Usulan nama koperasi adalah KOPERASI BIBILINTIK – filosofinya adalah dimana sesuatu yang dari kecil berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar (CMIIW). Selain itu, dibahas soal tujuan, peran serta usaha dari Koperasi tsb.

Pembagian kelompok menjadi 3 bagian pembahasan topik, yaitu Keanggotaan, kepengurusan dan modal usaha. Masing kelompok didampingi oleh Telapak. Pembagian kelompok ini diharapkan juga bisa merangsang mereka mengeluarkan pendapatnya.

Hasil diskusi tsb dikompilasi dan akan di-sharing ke seluruh warga masyarakat Desa Cipeuteuy yang akan bergabung kelak ke KOPERASI BIBILINTIK untuk mendapatkan masukan kemudian dibahas di pertemuan berikutnya.

Selengkapnya ...

Rabu, 10 Maret 2010

Loves to Death, Peran NGO diantara Pemerintah, Lembaga Donor dan Swasta

Kepala TN Gede Pangrango (TNGP), beberapa pejabat dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan Kementrian Kehutanan Jakarta, datang meresmikan penggunaan mikrohidro di Kampung Ciwaluh – sebuah desa pinggiran TNGP. Secara simbolis Pak Iwan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jabar, memencet tombol dimana aliran listrik mengalir. Beberapa orang perwakilan sebuah perusahaan energi bertaraf nasional juga turut menghadiri acara peresmian penggunaan mikrohidro di Ciwaluh minggu lalu.

PNU Jabar berhasil menggandeng sebuah Yayasan Nir-Laba pengelola dana-dana CSR beberapa perusahaan Perancis yg punya kepedulian terhadap lingkungan. Mereka keroyokan memberikan sebagian keuntungannya untuk penyelamatan bumi. Dan kemudian beroperasilah listrik bertenaga air yg kemudian masuk Kampung Ciwaluh. Sungguh suatu capaian nyata atas kerja-kerja PNU Jabar sejauh ini yg dengan semangatnya ‘membangun industri pertanian berbasis energi lokal ramah lingkungan’. Listrik ini diperuntukkan ke mesin pengering kumis kucing sehingga produk-produk herbal itu siap ekspor dengan kualitas prima.

Masyarakat yg hadir berkumpul di rumah panggung yg sedianya merupakan gudang kumis kucing milik Mang Mpud, bertepuk gembira ketika tombol ditekan dan listrik mengalir ke lampu yg kemudian berkedip sepanjang acara. ‘Ah biar saja tidak perlu dimatikan, wong ini kan gratis listriknya’, kata Mpat. Secercah harapan kehidupan lebih baik terpancar di mata sekelompok masyarakat yg datang berbaju batik dan kemeja terbaiknya. Seorang Bapak berbisik ke teman di sampingnya, ‘itu teh dari kantor gubernuran di Bandung’. Jelas sekali terdengar nada kebanggaan karena kampungnya didatangi seorang pejabat.

Orang-orang itu tidak keberatan darimana asal pendanaan pembangunan yg masuk ke kampungnya ini berasal. Mereka senang ada harapan hidup peningkatan pendapatan dari harga kumis kucing. Rasa kagum dan bangga karena ada pejabat pemerintah yg datang menengok ke desanya. Apa salahnya dengan mempergunakan uang-uang dari pengusaha untuk membuat masyarakat ‘pintar’. Sampai suatu saat mereka sendiri bisa memutuskan sendiri apa yg terbaik untuk wilayah tempat tinggalnya. Apa yg salah dengan pendekatan seperti ini? Siapa juga kita ini yg menghakimi bahwa yg kita lakukan adalah lebih baik dari mereka? Ah rumitnya diskusi hati nurani dan keadilan di bumi. Dan kita terjebak diantara semua pihak yg merangkul kita dari berbagai arah.

Rita Mustikasari

Telapak

Selengkapnya ...

Minggu, 23 Agustus 2009

Produk-Produk Organik

PT Poros Nusantara Utama Jawa Barat
(www.usadha.co.cc)

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kelompok tani yang menerapkan pertanian secara organik sekaligus memelihara keanekaragaman hayati serta kearifan lokal, maka kami menawarkan beberapa produk komoditas organik yang tentunya sehat untuk dikonsumsi. Beberapa produk-produk tersebut dapat diperoleh di salah satu outlet kami – KEDAI TELAPAK. Selain itu, kami juga menawarkan jasa “pesan antar” untuk pembelian produk tanpa dibatasi jumlah pemesanannya.







Aturan pemesanan dengan sistem pesan antar:
1. Konsumen dikenakan biaya ongkos kirim sebesar Rp. 10,000 untuk Kota Bogor
2. Pesanan akan dikirim sesuai jadwal pengiriman, yaitu hari Rabu, Kamis dan Jumat.

Kontak=
Rika Agustina (Ikha)
Hp 088 962 7087
Perumahan Taman Yasmin Sektor V
Jl. Palem Puteri III No. 1 Bogor
ikha.agustina@gmail.com


Berikut beberapa produk organik yang tersedia di KEDAI TELAPAK – Gd. Alumni IPB, Br. Siang, Bogor


Harga Jual produk-produk ini dapat berubah sewaktu-waktu. Silahkan kontak kami untuk lebih jelasnya.

Unduh pamflet : (pdf - 700 kb)

Selengkapnya ...

Selasa, 21 Juli 2009

Berbisnis jamur, kenapa tidak?

Adalah seorang kawan yang tak pernah lelah mengotori tangannya dengan tanah pertanian. Setelah sukses mengajak para petani hutan di seputaran Bogor untuk mengusahakan kumis kucing, kini ia pun mengembangkan produk pertanian lainnya. Kali ini bukanlah tumbuhan obat, namun bahan pangan bergengsi tinggi. Siapa dia? Tak lain dan tak bukan dia adalah Hendaru Djumantoro, yang akrab dipanggil Hendaru.

Saat ini, Hendaru bersama teman2 petani di sekitar tempatnya tinggalnya sedang sibuk2nya mengembangkan budidaya jamur. Kenapa jamur? Penjelasannya cukup sederhana. Jamur merupakan bahan makanan yang sudah dikenal berabad-abad lamanya. Orang Yunani kuno percaya bahwa mengkonsumsi jamur itu menyehatkan. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, juga sangat menyukai menu makanan yang terbuat dari jamur. Selain karena kelezatan rasanya, nilai gizi jamur juga tinggi. Jamur mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin. Jamur pun bebas kolesterol dan tergolong makanan berbahan serat tinggi.

Jenis jamur yang dibudidayakan oleh Hendaru adalah jamur tiram (Pleurotus sp). Namanya disebut ”tiram” karena bentuk tudung (bagian kepala) yang agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang tiram atau kerang. Batang atau tangkainya tidak berada tepat pada bagian tengah tudung, namun agak ke pinggir. Ada beberapa jenis jamur tiram yang banyak dikonsumsi dan dibudidayakan saat ini, yaitu Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus), Jamur Tiram Abu-abu (Pleurotus sajor-caju), dan Jamur Tiram Kuning (Pleurotus citrinopielatus). Namun dari ketiganya saat ini hanya Jamur Tiram Putih lah yang paling populer.

Menurut Hendaru, jamur yang dalam bahasa Inggrisnya disebut oyster mushroom ini memiliki potensi jual yang menjanjikan. Jamur tiram banyak dikembangkan di China. Produksinya cukup tinggi. Setidaknya 25% produksi jamur dunia tempati oleh jamur tiram. Jamur tiram juga mudah dikembangkan, karena ia dapat/mudah tumbuh pada sisa2 (limbah) kayu, bahkan serbuk gergaji. Wajar saja jika ongkos budidayanya jadi cukup murah, karena membudidayakannya sama dengan mendaur ulang limbah kayu yang selama ini dibuang begitu saja.


Menarik bukan? Jika Anda dan teman2 tertarik untuk tahu lebih banyak soal Jamur Tiram ini, silakan langsung menghubungi Hendaru. Dengan senang hati ia akan membagikan pengalamannya membudidayakan Jamur Tiram. Apalagi ia sendiri telah membuktikan bahwa usaha ini layak dan berpeluang besar bagi upaya peningkatan ekonomi rumah tangga. Tak hanya budidaya, Hendaru bahkan berharap dapat mencoba usaha pengolahan produk makanan dengan bahan dasar Jamur Tiram. Hmmm ... jenis makanan apa kira2? Mungkinkah makanan siap saji seperti bakso juga dapat dibuat dari Jamur Tiram?

Hendaru dapat dihubungi dengan mudah melalui telepon di 085215641850 ataupun e-mail: hendaru.djumantoro@gmail.com

foto Hendaru diunduh dari sini
foto Jamur Tiram Putih diunduh dari sini

Selengkapnya ...

Selasa, 25 Juli 2000

Jual Produk Organik

Produk Organik persembahan PNU Jawa Barat :

1. Selai Nenas Organik
Kemasan dalam Botol , isi 280 gram. Tahan 3 bulan dalam keadaan tertutup dalam suhu kamar. Akan tahan lebih lama jika dimasukkan dalam kulkas.
Harga promosi Rp. 15 rb per botol.

2. Teh Rosella Organik
Kemasan plastik 50 grm, harga Rp. 15.000,-







3. Teh "Liar" Hijau Organik








Kemasan plastik 25 grm dan kemasan kantong 25 grm, harga Rp, 10.000,-

Semua harga FOB Kantor Telapak Gedung Alumni IPB atau Kantor Telapan Yasmin.

Bersama ini juga saya sertakan gambar dan brosur manfaat rosella dan teh hijau. semoga bermanfaat. Mari ikut berpartisipasi menyelamatkan Hutan Gunung Salak dengan membeli produk ini.

Salam,
Hendaru





--
Hendaru Djumantoro
Development Coordinator of Community Forestry

Perkumpulan Telapak
Alumni IPB Building, 1st Floor
Jln. Raya Pajajaran No.54
Bogor 16414
Telp. +62 251 393245
fax. +62 251 393246
www.telapak.org




--
Hendaru Djumantoro
Development Coordinator of Community Forestry

Perkumpulan Telapak
Alumni IPB Building, 1st Floor
Jln. Raya Pajajaran No.54
Bogor 16414
Telp. +62 251 393245
fax. +62 251 393246
www.telapak.org

Selengkapnya ...